




Sumber: ketawa.com
Selengkapnya...
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un
"Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pada-Nya"
Disini Admin mewakili segenap Keluarga Besar Alumni Polinema Angkatan 2000
mengucapkan turut berbela-sungkawa yang sedalam-dalamnya
atas meninggalnya Ibunda dari teman kita Margaretha Teodora FS (Dora),
yang telah wafat pada hari Rabu, 04 November 2009
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik sesuai dengan amal ibadahnya selama di dunia
Dan yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kesabaran
Amin ya Rabbal Alamin
Selengkapnya...

Hmmm...judulnya mungkin agak menggelitik atau malah mungkin mengingatkan kita akan pentingnya ibadah yang satu ini. Hukum berkurban adalah sunnah muakkadah bagi yang mampu, sebagaimana Nabi Muhammad SAW berqurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka dari itu bagi kita yang sedang diberikan rezeki yang berlebih tahun ini, seyogyanya untuk segera berkurban. Untuk membeli laptop atau HP baru saja kita mampu, sangat disayangkan jika kita tidak mampu atau tidak mau berqurban.
Ada sebuah cerita dari seorang tukang ngarit yang mempunyai keinginan yang kuat untuk bisa berqurban.
Ia adalah salah satu "karyawan" sebuah peternakan kambing dan sapi untuk keperluan aqiqah dan qurban. Setiap harinya dia harus menyetor 1-2 karung rumput untuk hewan-hewan ternak di tempat kerjanya tersebut.
Setelah mengetahui manfaat dari qurban dari tokoh agama di desanya, dia bertekad agar bisa berqurban tahun ini. Dia bertanya kepada Sang Juragan berapa harga untuk satu kambing, sekitar satu jutaan katanya. Dia pun berujar kepada sang Juaragan agar honor dari ngarit, supaya dipotong 50% saja sampai jumlahnya mencapai seharga kambing untuk qurban tahun ini, katanya. Sang Juragan pun terkaget-kaget sekaligus terharu mendengar permintaan anak buahnya ini, sungguh mulya dan tinggi sekali cita-citanya.
Maka sang Juragan pun menuruti apa perkataan Si Tukang Ngarit ini, sampai pada waktunya uang honor si Tukang Ngarit sesuai harga kambing. Diberikanlah salah satu kambing terbaiknya kepada Si Tukang Ngarit tersebut, sebagai penghargaan atas kegigihannya selama bekerja dengannya. Si Tukang Ngarit berterima-kasih dan senangnya bukan kepalang, akhirnya dia bisa berqurban ditahun ini dari hasil jerih payahnya sendiri.
Subhanallah, ternyata niatan dari Si Tukang Ngarit tidak terlepas dari hasil dakwah seorang Ustadz yang juga berprofesi sebagai tukang ngarit, agar meluangkan sedikit rezekinya untuk berqurban.
Mari teman-teman, dengan mengajak diri pribadi saya untuk sedapat mungkin menunaikan salah satu ibadah ini. Jikalau secara langsung tidak mampu, dengan menyisihkan setiap bulan uang kita, yang biasanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat (beli rokok, main PS, warnet dll) untuk ditabungkan agar dapat membeli hewan qurban ditahun berikutnya. OK ;)
Selengkapnya...
Sudah lama saya tidak mengurusi harga kambing, terakhir ngurusi ketika menjadi ketua DKM di Masjid komplek dan ikut memantau harga-harga kambing yang ditawarkan supplier. Saat itu (2002-2003) harga kambing masih dikisaran Rp 500 ribu-an.
Tidak demikian halnya dengan uang kertas baik itu Rupiah, US$ maupun uang kertas dari negeri manapun – belum ada yang terbukti survive dalam jangka panjang.
Apabila trend kenaikan harga kambing (sama dengan kenaikan harga Dinar) tetap seperti rata-rata trend 40 tahun terakhir yaitu naik 23.30 %/tahun; maka kambing Qurban yang sekarang harganya Rp 1.2 juta; 5 tahun lagi akan menjadi Rp 3.4 juta dan 40 tahun lagi akan menjadi Rp 5.22 Milyar! Wow nggak masuk akal kah?
Lagi-lagi inilah realita uang kita. Gunakan rumus finansial dasar FV=PV*(1+I) maka Anda akan ketemu angka-angka tersebut.
Tetap tidak masuk akal membeli seekor kambing seharga Rp 5.22 Milyar? Waktu saya berusia 5 tahun tahun harga kambing cuma Rp 1.600 perak. Saat itu (kalau toh saya sudah bisa berpikir) tentu nggak kebayang kalau 40 tahun kemudian harga kambing menjadi Rp 1.2 juta! tetapi ini sekarang terjadi.
Sebelum harga kambing menjadi Rp 5.22 milyar; sangat banyak yang bisa terjadi terhadap uang fiat kita. Oleh karenanya pemahaman dampak inflasi terhadap daya beli uang kita dalam rentang waktu yang panjang ini perlu kita kuasai agar kita tidak menjadi korban inflasi.
Bapak-bapak kita, kakak-kakak kita yang lebih dahulu memasuki usia pensiun banyak sekali yang sekarang menderita secara finansial – karena mereka menjadi korban inflasi yang tidak pernah mereka sadari – apalagi lagi meng-antisipasi-nya.
Coba perhatikan grafik diatas contohnya. Kalau Anda memiliki saudara tua yang mulai bekerja tahun 60-an; kemudian pensiun tahun 90-an; apa yang terjadi sekarang?
Uang pensiun yang dikumpulkan dari jerih payah mereka selama 30-an tahun bekerja; nilainya menjadi sangat tidak berarti karena harga kambingpun sudah naik 720 kali dibandingkan dengan harga kambing pada saat mereka mulai bekerja.
Lantas apakah kita harus rame-rame memindahkan dana pensiun kita pada kambing ? Why not?
Tetapi kambing hanyalah representasi asset riil yang memiliki nilai terjaga; selain ke kambing tentu bisa ke asset riil lainnya berupa Dinar Emas, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan berjibun pilihan investasi benda riil lainnya. Produktif dan insyaallah tidak tergerus inflasi. Wallahu A’lam. (Muhaimin Iqbal [Direktur Gerai Dinar])
Selengkapnya...
Notes from Admin:
Wah...sory rek baru bisa upload fotonya, maklum koneksi internet lagi ERROR. Semoga cukup mengobati kangen temen-temen yang belum bisa ikutan Reunian.
Wah arek-arek udah kelihatan lebih dewasa yo (tuo maksud-te he..he.. ;)), tapi sip lah sebagian besar sudah berkeluarga, beranak & ada yang sedang proses. Semoga tetap kompak dan menjaga tali silaturrahim sampai kapan pun, amin.
Tahun depan diusahakan bisa lebih banyak yang ikut.
Selengkapnya...




